
Jakarta - Pidato kebudayaan Anas Urbaningrum menjadi sangat hangat berwarna karena kehadiran sahabat-sahabatnya. Berbagai komentar pun terucap dari kawan-kawan Anas mengenai tokoh muda asal desa Ngaglik itu. Meski berbeda bahasa, tetapi kawan-kawan Anas Urbaningrum sepakat mengenai satu hal mengenai Anas. Anak kedua dari empat bersaudara itu dikenal sebagai teman yang mau berkorban, tidak suka menyakiti hati kawan, dan tentunya sederhana.
Kesederhanaan Anas tercermin dari penampilannya yang bersahaja dalam acara pidato budaya tersebut. Anas tampil dengan atasan kemeja putih sederhana yang dipadukan dengan jeans. Dengan ramah dan tampa jarak Anas berjalan berkeliling untuk berbincang dengan para sahabatnya. Bukan hanya dengan teman sesama aktivis, Anas juga akrab dengan teman sesama politisi, bahkan dengan lawan politiknya.
Kemampuan Anas menjadi sosok penengah dapat diketahui dari rekan yang bersedia hadir di Teater Djakarta Minggu siang (16/5). Eva Sundari, Indra Piliang hingga Ara Sirait dan Hamid Basyaib juga turut meramaikan acara itu. Ini membuktikan kemampuan seorang Anas Urbaningrum dalam melakukan komunikasi politik dengan elit partai lain. "Saya tidak punya alasan untuk tidak objektif menilai Anas, dia sangat sederhana dan memang seorang aktivis sejak dulu. Kami memang rival di satu dapil, tapi saya dan Anas tetap bisa berdiskusi dan berkomunikasi dengan baik" ujar anggota DPR dari PDIP itu.